Sunday, 25 July 2010
PERKAWINAN
Engkau telah diciptakan berpasangan
Dan selamanya engkau akan berpasangan
Bersamalah dikau tatkala sang maut merengut umurmu
Ya, bahkan bersama pula kalian dalam ingatan sunyi Tuhan,
Namun biarkan ada ruang antara kebersamaan itu,
Tempat angin surga menari-nari di antaramu,
Berkasih-kasihanlah, namun jangan membelungu cinta,
Biarkan cinta itu bergerak senantiasa, bagaikan air hidup,
yang lincah mengalir antara pantai kedua jiwa,
saling isilah piala minumanmu,
tetapi jangan minum dari satu piala
saling bagilah rotimu,
tetapi jangan makan dari pinggan yang sama
bernyanyilah dan menarilah bersama dalam segala sukacita,
hanya biarkanlah masing-masing menghayati ketunggalannya,
tali rebana masing-masing punya hidup sendiri,
walau lagu yang sama sedang mengetarkannya.
Berilah hatimu, namun jangan saling menguasakannya,
Sebab hanya tangan kehidupan yang akan mencakupnya
Tegaklah berjajar namun jangan terlampau dekat;
Bukankah tiang-tiang candi tidak dibangun terlalu rapat
Dan pojon jati serta pohon cemara
Tiada tumbuh dalam bayangan masing-masing
Khalil Gibran, Sang Nabi
UNTUK PRA IBU INDONESIA
MEMBANGUN KARAKTER PERMATA HATI
Di setiap kamar anak-anak, di meja belajar
Buatlah,ketik dan laminating do’a harian sebagai berikut :
“ Bukakan pintu rahmat-Mu ya Allah,
Engkau Maha Kaya dan Maha Memelihara,
Peliharalah kami dari hal-hal yang tidak Engkau ridhoi.
Ya Allah ya Tuhanku,mudahkan aku dalam menunaikan tugas sehari-hari menuju jalan lurus, jujur dan terhormat.
Ya Allah sayangilah kedua orang tuaku
Sebagaimana mereka menyayangiku di saat kecilku
Hindarkan aku untuk berkata kasar ”Ah” pada mereka
Ya Allah aku selalu mengingat-Mu,
Dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Hamba-Mu bersyukur dihidupkan di dunia ini.
Untuk mencari ilmu, mencari rezki, beribadah menyembah-Mu.
Berbuat kebaikan dimuka bumi ini
Fastabiqul khoirot,berlomba berbuat kebajikan
Berbakti kepada kedua orang tuaku.
Aku berusaha mendahulukan sholat tepat waktu
Barulah melakukan kegiatan lagi.
Sebab aku harus mendahulukan
kepada siapa yang menghidupkan aku di dunia ini.”
Ditulis tgl 30 April 1998 di Jerman : oleh Ibunda Nunuk M. Sulastomo.
